Patrick Drahi: Arsitek Jaringan Telekomunikasi Global Altice
Patrick Drahi, sosok terkemuka di sektor telekomunikasi dan media, mendirikan Altice sebagai entitas multinasional yang signifikan. Trajektori kariernya berawal dari fondasi teknis yang kuat, yang membawanya dari bidang penelitian ke usaha wirausaha yang membentuk kembali sebagian pasar kabel dan seluler di Eropa dan Amerika.
Usaha Awal dan Penjualan Strategis
Perjalanan profesional Drahi dimulai setelah meraih gelar teknik elektro dan pascasarjana di bidang optik dan elektronika. Awalnya ia bekerja sebagai peneliti serat optik. Pada tahun 1990, ia beralih ke bisnis independen, menawarkan jasa konsultasi di Amerika Serikat dengan fokus pada investasi di penyedia jaringan kabel Eropa. Pengalaman ini membuka jalan bagi langkah wirausaha besar pertamanya pada tahun 1994, ketika ia mendirikan Sud Câble Services di Prancis. Berkolaborasi dengan mitra Amerika, ia berhasil mengamankan kesepakatan dengan otoritas lokal di Prancis selatan untuk memasang infrastruktur kabel televisi. Usaha ini memuncak pada tahun 1998 dengan penjualan Sud Câble Services kepada UPC, sebuah perusahaan yang dipimpin oleh John C. Malone. Drahi menerima saham UPC sebagai bagian dari transaksi tersebut dan kemudian bergabung dengan perusahaan itu di Jenewa. Menunjukkan kepekaan yang tajam terhadap waktu pasar, ia mendivestasikan sahamnya di UPC dengan harga yang sangat besar sesaat sebelum terjadi penurunan pasar yang signifikan.
Membangun Inti Eropa Altice
Pada tahun 2001, Drahi mendirikan Altice, sebuah perusahaan induk yang berbasis di Amsterdam, yang dengan cepat memulai strategi mengakuisisi perusahaan kabel di seluruh Eropa. Periode ini menyaksikan pembentukan Numericable, operator kabel asal Prancis. Tonggak penting di Prancis adalah akuisisi SFR pada tahun 2013, yang kemudian menjadi penyedia telepon seluler dan internet terbesar kedua di negara tersebut. Di luar Prancis, jangkauan Altice meluas hingga Israel, tempat Drahi memiliki perusahaan televisi kabel HOT. Lebih jauh memperluas kepentingan medianya, ia mendirikan i24news di Israel pada tahun 2013, sebuah saluran berita internasional yang menyiarkan dalam berbagai bahasa. Baru-baru ini, Altice juga melakukan investasi strategis di pasar telekomunikasi Inggris, dengan mengakuisisi saham penting di BT pada tahun 2021, dan menambah kepemilikan tersebut pada tahun 2023.
Ekspansi Transatlantik dan Diversifikasi Media
Strategi pertumbuhan Altice membawanya melintasi Atlantik pada tahun 2015, yang menandai masuknya perusahaan tersebut ke pasar telekomunikasi Amerika. Ini dimulai dengan pembelian saham mayoritas di Suddenlink Communications, yang pada saat itu merupakan perusahaan kabel terbesar ketujuh di AS. Pada tahun yang sama, Drahi mengakuisisi Cablevision, yang kemudian mengubah namanya menjadi Altice USA. Merek utamanya, Optimum, tumbuh menjadi operator kabel besar di Amerika Serikat. Dalam langkah strategis pada tahun 2019, Altice USA dilepas melalui penawaran umum perdana (IPO), menciptakan entitas independen sembari mempertahankan Drahi sebagai ketuanya dan mempertahankan identitas merek Altice. Di luar telekomunikasi, Drahi mendiversifikasi portofolionya dengan mengakuisisi balai lelang internasional Sotheby's pada tahun 2019, sebuah transaksi yang melibatkan premi pasar yang signifikan. Untuk mendukung pertumbuhan dan mengelola komitmen finansial, sebagian saham di Sotheby's kemudian dijual pada tahun 2024.
Konsolidasi Strategis dan Arah Masa Depan
Dalam beberapa tahun terakhir, Drahi telah melakukan langkah-langkah strategis yang signifikan terkait Altice. Pada tahun 2020, ia memprakarsai penawaran untuk menjadikan Altice privat dengan mengakuisisi saham yang dipegang oleh pemegang saham minoritas, sebuah tawaran yang berhasil diselesaikan pada tahun 2021. Altice Group Lux Sàrl, yang kini berkantor pusat di Luksemburg, beroperasi sebagai perusahaan telekomunikasi dan media massa multinasional, serta mempertahankan posisinya sebagai penyedia telekomunikasi terkemuka di Prancis. Pada tahun 2016, perusahaan ini melayani puluhan juta pelanggan di Eropa Barat, Israel, dan Karibia, di samping bekas operasi di AS. Perkembangan penting pada tahun 2024 melibatkan penjualan Altice Média senilai lebih dari €1,5 miliar, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengatasi beban utang perusahaan induk. Tindakan-tindakan ini menggarisbawahi fokus berkelanjutan pada manajemen strategis dan restrukturisasi finansial dalam ekosistem Altice.