Jonah Peretti: Dari Konten Viral Menuju Pasar Publik: Perjalanan Karier Jonah Peretti
Sebelum membangun berbagai merek media digital terkemuka, ia menyelesaikan gelar studi lingkungan di University of California, Santa Cruz pada tahun 1996, mengajar ilmu komputer di New Orleans, dan meraih gelar master dari MIT Media Lab pada tahun 2001. Eksplorasi awalnya terhadap komunikasi viral mencakup pengembangan fitur reblogging di bawah proyek Reblog, menerbitkan karya teoretis mengenai mekanisme periklanan, serta ikut mendirikan HuffPost pada tahun 2005 bersama Kenneth Lerer, Andrew Breitbart, dan Arianna Huffington.
Membangun Model Konten Digital
Setelah AOL mengakuisisi HuffPost senilai 315 juta dolar pada tahun 2011, Peretti beralih untuk memimpin BuzzFeed secara penuh. Didirikan bersama pada November 2006 bersama John S. Johnson III dan berkantor pusat di Kota New York, usaha rintisan ini dirancang sebagai proyek popularitas internet untuk melacak tren konten viral. Di bawah kepemimpinannya, situs web tersebut awalnya meraih popularitas melalui kuis daring, artikel daftar (listicles), meme internet, dan liputan budaya pop. Perusahaan ini membangun model bisnisnya di sekitar iklan natif (native advertising), mengintegrasikan materi promosi berbayar secara langsung ke dalam format editorial untuk meningkatkan angka keterbacaan audiens.
Untuk memperluas cakupannya melampaui ranah hiburan, Peretti berekspansi ke pelaporan tradisional. Pada akhir 2011, perusahaan menunjuk Ben Smith sebagai pemimpin redaksi untuk membentuk tim pelaporan investigatif di bawah nama BuzzFeed News. Seiring waktu, ruang redaksi tersebut meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Penghargaan George Polk, Penghargaan Majalah Nasional (National Magazine Award), dan Hadiah Pulitzer, serta satu nominasi untuk Penghargaan Michael Kelly.
Ekspansi Modal dan Restrukturisasi Perusahaan
Ekspansi pesat platform ini menarik dukungan finansial yang besar. Setelah mengamankan dana investasi lebih dari 35 juta dolar, organisasi ini merampungkan putaran pendanaan senilai 50 juta dolar dengan Andreessen Horowitz pada Agustus 2014, yang mendongkrak valuasi perusahaan menjadi 850 juta dolar.
Untuk mengendalikan biaya operasional tanpa bergantung pada penggalangan dana yang terus-menerus, Peretti mengumumkan pengurangan tenaga kerja perusahaan sebesar 15 persen pada tahun 2019. Sebagai respons terhadap perubahan struktural tersebut, para karyawan yang tersisa membentuk serikat pekerja yang diakui secara resmi. Bisnis tersebut kemudian mengelola operasi yang sedang berjalan di berbagai publikasi, termasuk HuffPost, di tengah meningkatnya tekanan untuk merampingkan fokus editorial dan mengelola pengeluaran personel di berbagai properti media.
Pencatatan Pasar Publik dan Penjualan Perusahaan
Pada tahun 2021, perusahaan penerbitan digital tersebut melantai di bursa publik melalui perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC), mencapai valuasi sebesar 1,5 miliar dolar. Terlepas dari pencapaian penting ini, perusahaan menghadapi tekanan finansial yang persisten, di mana divisi BuzzFeed News mengalami kerugian tahunan sekitar 10 juta dolar.
Para pemegang saham mendesak adanya perubahan operasional, yang mendorong manajemen untuk menutup BuzzFeed News pada 20 April 2023. Perubahan strategis ini melibatkan pemutusan hubungan kerja terhadap 15 persen personel perusahaan—yang mewakili sekitar 180 pekerja—serta mengonsolidasikan upaya jurnalisme yang sedang berjalan ke dalam HuffPost. Menyusul penutupan tersebut, perusahaan mengalami penurunan tajam dalam kapitalisasi pasar, anjlok hingga 37 juta dolar pada tahun 2024. Pada tahun 2026, family office milik Byron Allen sepakat untuk membeli bisnis tersebut senilai 120 juta dolar, dan merampungkan transaksi pada 27 Mei 2026.