Skip to content
Vol. 1Global Edition
Icon MagazineProfiles of the people who build
Data: TradingView

George Church: Mendemokratisasi DNA: Menguak Upaya George Church dalam Mengurai Genom Manusia

George ChurchCo-founder, Veritas Genetics23 October 2026Baca dalam bahasa Inggris

Selama beberapa dekade, penelitian akademis dan bioteknologi komersial telah bersilangan di dalam laboratorium George Church. Sebagai profesor genetika di Harvard Medical School dan periset di berbagai lembaga di kawasan Boston, Church telah mengarahkan perhatiannya untuk mengubah perangkat sekuensing laboratorium menjadi aplikasi praktis. Pada tahun 2014, ambisi tersebut bermuara pada pendirian Veritas Genetics, sebuah perusahaan yang dirancang untuk menyampaikan data genetik komprehensif secara langsung kepada individu.

Menurunkan Hambatan Sekuensing Seluruh Genom

Veritas Genetics didirikan di Danvers, Massachusetts, oleh Church bersama para co-founder Mirza Cifric, Preston Estep, dan Jonathan Zhao. Perusahaan ini bertekad menyediakan manfaat analisis genom bagi masyarakat umum dengan menekan biaya pengujian secara drastis. Perusahaan ini termasuk salah satu perintis awal yang menawarkan sekuensing genom lengkap dan interpretasi data dengan harga di bawah seribu dolar. Pada tahun 2018, perusahaan rintisan ini meluncurkan produk utamanya yang dikenal sebagai myGenome. Produk ini menganalisis hasil sekuensing seluruh genom untuk memetakan risiko pribadi terkait kanker, kondisi kardiovaskular, indikator pembawa sifat (carrier), dan reaksi obat. Veritas mendapat sorotan media secara luas dengan memperkenalkan tingkat harga promosi sebesar 199 dolar per pesanan, angka yang jauh di bawah standar komersial pada saat itu. Bisnis ini berekspansi secara internasional melalui Veritas Intercontinental, menjangkau pasar di Eropa dan Amerika Latin, serta masuk dalam daftar CNBC Disruptor 50 pada tahun 2018 dan 2019. Setelah menjajaki berbagai alternatif strategis pada akhir 2019, Veritas mengamankan tambahan modal pada Januari 2020 untuk melanjutkan operasional domestik sebelum diakuisisi oleh perusahaan kesehatan digital LetsGetChecked pada Maret 2022.

Dari Fondasi Molekuler hingga Penemuan Sekuensing

Inisiatif bisnis yang turut dirintis oleh Church berakar dari kerja akademis fundamental yang dimulai pada awal 1980-an. Setelah menyelesaikan program sarjana kimia dan zoologi di Duke University, ia menempuh riset doktoral di Harvard University di bawah bimbingan Walter Gilbert, dengan fokus pada elemen genetik seluler di dalam intron. Pada tahun 1984, Church dan Gilbert memaparkan metode sekuensing genom langsung yang pertama, menciptakan proses berbasis cairan dan pencitraan yang memotong kloning bakteri serta menjadi cikal bakal sistem sekuensing saat ini. Pada tahun yang sama, Church juga turut membantu meluncurkan Proyek Genom Manusia (Human Genome Project). Karya-karya selanjutnya dari laboratorium Harvard miliknya memperluas cakupan perangkat sekuensing. Church merancang tag kode batang (barcode) dan multipleksing molekuler, serta pada tahun 1995 ikut menciptakan teknik sekuensing nanopori. Komersialisasi awal terwujud ketika perangkat lunak dan protokol sekuensing otomatis dari laboratoriumnya dialihkan ke Genome Therapeutics Corporation, yang memungkinkan sekuensing perdana genom bakteri, Helicobacter pylori, pada tahun 1994. Sepanjang masa pengabdian akademisnya, Church telah terlibat dalam pendirian sekitar lima puluh perusahaan bioteknologi, dengan enam belas usaha baru yang lahir dari tim Harvard miliknya pada tahun 2018 saja.

Data Terbuka dan Perluasan Usaha Bioteknologi

Sejalan dengan perkembangan komersial, Church secara konsisten menekankan pentingnya akses publik yang luas terhadap materi genetik. Ia menjadi orang kelima yang seluruh genomnya disekuensing dan merupakan orang pertama yang secara terbuka menerbitkan catatan medis serta profil DNA-nya untuk penelitian ilmiah. Pada tahun 2005, ia mendirikan Personal Genome Project untuk menghimpun kumpulan data akses publik yang mencakup sifat fisik maupun informasi sekuens manusia, yang sampelnya berfungsi sebagai standar untuk program evaluasi federal. Minat pada keterbukaan informasi ini memandu berbagai usaha korporat selanjutnya. Di luar Veritas Genetics, Church ikut mendirikan Nebula Genomics pada 2018 untuk memadukan sekuensing seluruh genom dengan keamanan data terdistribusi, dan pada 2021 ikut mendirikan HLTH.network guna membangun pasar berbagi data. Pada tahun 2025, ia bergabung dengan platform agen AI Lila Sciences sebagai chief scientist. Upaya laboratoriumnya juga mencakup rekayasa genom dengan CRISPR dan biologi sintetik, yang melahirkan berbagai spin-off perusahaan termasuk Colossal Biosciences untuk mengerjakan proyek kebangkitan mamut berbulu serta Rejuvenate Bio untuk menyelidiki intervensi terapeutik terhadap penuaan.